BUOL, KOMPAS.com- Wakil Kepala Polri Komjen Jusuf Manggabarani, Kamis (2/8/2010) siang, menemui sejumlah keluarga korban tewas akibat bentrok warga dan polisi yang terjadi dalam dua hari terakhir.
"Wakapolri menemui seluruh keluarga korban, baik yang tewas maupun yang mengalami luka-luka," kata Kepala Divisi Humas Polda Sulteng Komisaris Kahar Muzakir, di Buol, Sulawesi Tengah.
Pertemuan itu berlangsung di Gedung Angkasa, Jl Syarif Mansyur, Kelurahan Leok Satu, Buol, tepat di belakang rumah jabatan Bupati Buol. Pertemuan juga dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, agama, perempuan dan Unsur Musyawarah Pimpinan Daerah Kabupaten Buol serta Gubernur Sulawesi Tengah HB Palidju.
Wakapolri meminta masyarakat setempat agar bersama-sama menyelesaikan masalah yang terjadi di buol saat ini. "Mari bersama menyatukan persepsi untuk menyelesaikan masalah ini," kata dia, pada pertemuan dengan keluarga korban itu.
Dia juga mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat melihat hal ini dengan akal sehat, agar tidak ada lagi masyarakat yang terprovokasi yang sengaja membenturkan polisi dan masyarakat. "Jangan ada masyarakat yang terprovokasi," ujar dia.
Dalam pertemuan itu, Ketua Adat Buol Ibrahim Turungku menyamikan pernyataan sikap masyarkat Buol yang merasa tersinggung oleh ucapan seorang polisi sebelum insiden penembakan terjadi.
Pada kesempatan itu, Ibrahim Tungku meminta Wakapolri untuk memecat Kapolda Sulteng, Kapolres dan Wakapolres Buol, serta Kepala Satuan lalu Lintas Polres Buol.
Menurut Ibrahim, beberapa petinggi polisi itu harus dipecat karena dalam tugasnya tidak menjalankan sesuai prosedur lembaga.
Hingga saat ini belum didapat kesimpulan hasil pertemuan Wakapolri dan tokoh masyarakat Buol beserta keluarga korban tewas akibat luka tembak atas insiden yang terjadi di Buol selama dua hari terakhir.
Wakapolri tiba di Bandara Pogogul Buol, sekitar pukul 11.30 WITA dengan menggunakan pesawat jenis casa milik Polri. Informasi yang dihimpun di RSU Daerah, jumlah korban tewas masih tujuh orang. Mereka adalah Amran Abjalu, Rasyid S Jopori, Herman Hasan, Ridwan D Majo, Arfan Salakea, Saktipan, Muslimin Ashora. Sedangkan korban dirawat masih 22 orang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang